Minggu, 15 Juli 2012

Hadang Sinyal Malaysia, Telkomsel Pasang 3 BTS di Perbatasan


BTS di Nunukan (robert/inet)
Malinau - Telkomsel siap menggenjot pemasangan 3 unit Base Transceiver Station (BTS) di Kabupaten Malinau, Kalimantan Timur (Kaltim), yang berbatasan langsung dengan Malaysia, hingga akhir 2012 ini.

Hadirnya operator seluler dengan jumlah pelanggan lebih dari 100 juta itu bertujuan untuk membuka keterisolasian telekomunikasi khususnya layanan selular di perbatasan Malinau-Malaysia.


"Kami akan membuka keterisolasian telekomunikasi selama ini di perbatasan," kata Head Of ICT Network Kalimantan Region, Marfani, kepada detikINET usai melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) bersama Gubernur Kaltim Awang Farouk Ishak serta Bupati Malinau Yansen TP, di Malinau, Sabtu (14/7/2012).

Dalam hal penempatan BTS, Telkomsel memanfaatkan tower yang dibangun Pemprov Kaltim di sejumlah kecamatan di Kabupaten Malinau yang berbatasan dengan Malaysia, dengan menggunakan dana APBD.

"Tahun ini, 3 BTS makro dengan coverage hingga 15 kilometer. Di tahun 2013, akan kita tambah 6 BTS USO (Universal Service Obligation). Untuk BTS USO, jangkauannya 100-200 meter. Semuanya sudah mendukung EDGE (setara 2,5 G)," ujar Marfani.

"Ini program khusus kami untuk daerah perbatasan di Kaltim. Juga permintaan Bupati Malinau untuk menjangkau perbatasan sekaligus menambah BTS kami di Malinau yang saat ini ada 15 BTS," tambahnya.

Di kesempatan yang sama, Kepala Diskominfo Kaltim Jauhar Effendi menjelaskan, penandatanganan MoU sempat tertunda dilaksanakan menyusul mahalnya harga semen di perbatasan yang menyentuh harga Rp 1,5 juta per sak.

Menurut Jauhar, setiap tower setinggi 72 meter bernilai Rp 2 M yang dianggarkan melalui APBD Provinsi Kaltim Tahun 2012/2013. Selain di Malinau, juga akan dibangun di Kabupaten Kutai Barat 1 tower serta Kabupaten Nunukan juga 1 tower.

"Sempat tertunda karena mahalnya harga semen sampai Rp 1,5 di perbatasan. Itu yang menunda rencana pembangunan tower milik Pemprov," terang Jauhar.

"Karena Pemprov bangun tower, Pemkab Malinau juga berencana akan bangun 5 tower lagi. Yang jelas, tower terbuka untuk operator seluler mana saja," tutupnya.

Kekuatan sinyal seluler di wilayah perbatasan tentu sesuatu yang sangat penting. Ironis rasanya jika wilayah yang masih masuk wilayah Indonesia, namun sinyal yang kuat justru dari operator negara tetangga.

Nah, hal inilah yang sempat dirasakan detikINET kala berkunjung ke Nunukan yang berbatasan perairan laut dan darat dengan kota Tawau, Malaysia. Sinyal operator seluler dari Negeri Jiran begitu kencang terpancar di kota Nunukan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Timur.

Sumber : detik.com

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Hosted Desktop